Kegiatan Sederhana Ini Bisa Mengoptimalkan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 1–2 Tahun

Source: Pexels.com

—Hai, Miks!

Membicarakan perkembangan anak-anak memang tidak ada habisnya. Apa lagi jika anak-anak masih berada di usia golden age. Di mana pada waktu golden age tersebut merupakan masa keemasan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

Maka itu, peran orang tua sangatlah penting dalam mengoptimalkan perkembangan anak-anak agar meningkatkan kemampuan sesuai dengan umur anak. Hal tersebut dibutuhkan  untuk menopang dan sebagai dasar kemampuan tingkat selanjutnya.

Salah satu aspek perkembangan yang dibutuhkan adalah aspek motorik halus. Di mana aspek motorik halus tersebut sebagai dasar dari kemampuan-kemampuan lainnya untuk membantu diri sendiri. Di antaranya adalah kemampuan untuk menulis, kemampuan makan sendiri, dan sebagainya.

Nah, untuk mengoptimalkan kemampuan motorik halus anak di usia 1—2 tahun, Ayah dan Bunda dapat membiarkan ananda melakukan hal-hal ini di rumah:

1. Bermain Kubus atau Balok Susun

Dengan bermain kubus atau balok susun, ananda belajar untuk mengoordinasikan beberapa bentuk dan membuat bentuk baru yang dilihatnya. Selain itu, dengan menumpuk balok juga melatih motoriknya untuk bisa bergerak secara hati-hati.

2. Permainan Menarik dan Mendorong Benda

Menarik dan mendorong benda merupakan aktivitas motorik anak yang memerlukan perhitungan secara langsung dan tidak langsung. Respon anak untuk menarik dan mendorong benda, mampu mengembangkan kemampuan anak dalam motorik halusnya. Serta melatih otot-otot tangannya.

3. Mewarnai dengan Krayon atau Pensil Warna

Biasanya, usia 1—2 tahun anak-anak akan menikmati aktivitas mencoret-coret kertas dengan berbagai warna. Meskipun bentuk dan rupa yang digambarnya belum menunjukkan kerapihan. Jadi, cukup berikan anak krayon atau pensil dan kertas kosong saja agar anak bisa mengeksplorasi sendiri. Di sini, anak berlatih menggunakan otot-otot jarinya.

4. Memasukkan atau Memindahkan Benda-Benda Kecil ke Wadah

Selain melatih motorik halusnya, dengan memindahkan benda-benda kecil ke wadah, anak juga belajar untuk melatih konsentrasi dan kesabarannya.

5. Makan sendiri

Memberikan kesempatan anak untuk makan sendiri dapat melatih motorik halusnya. Anak belajar mengoordinasikan visual dan gerakan otot tangannya untuk memasukkan sendok ke mulutnya secara perlahan. Dalam proses ini, ayah dan bunda diharapkan tidak menuntut anak untuk hal kerapian.

Pada usia 1 tahun, anak memang sedang aktif-aktifnya. Meskipun masih sering terjatuh dan tersandung, tetapi tidak menyurutkan anak untuk aktif bergerak. Anak belajar dan minat terhadap hal-hal baru. Maka tugas orang tua adalah memberikan stimulasi dan memberikan ruang gerak yang cukup dan aman untuk ananda belajar.

Dalam proses perkembangannya, pastikan ananda mendapatkan kesempatan yang cukup untuk belajar tanpa menuntut anak sesuai standar orang tua. Selamat mencoba di rumah.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like