Remaja Tangguh, Siapkan 3 Hal Ini

Source: Pexels.com

Hai, Miks!

Menghadapi anak menjelang fase remaja, yang perlu dipahami lebih dahulu oleh orang tua adalah perkembangan secara psikologi dalam fase tersebut. Pada fase remaja secara psikologi kita mengenal dengan fase pemberontakan di mana anak mulai mempertanyakan, bahkan menantang atau memberontak sesuatu yang diterimanya seperti aturan yang diterapkan keluarga dan lainnya.

Selain itu, pada fase ini anak mulai mencari identitas dirinya, suka mencoba-coba sesuatu yang baru baginya. Untuk menunjukkan eksistensinya terkadang anak melakukan hal yang di luar norma. Merasa bahwa mereka adalah pribadi yang mandiri, bisa melakukan sesuatu sendiri sehingga keluarga sering menganggap sebagai anak yang membuat masalah dan sulit diatur.

Banyak fenomena yang ditunjukkan oleh remaja untuk mengaktualisasi diri dalam bentuk destruktif. Seperti ikut dalam pergaulan atau komunitas yang tidak tepat sehingga terjerumus kepada hal yang negatif seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang, geng motor yang berbuat destruktif dan sebagainya.

Sebagai orang tua, kita tentu mengharapkan dan membayangkan sesuatu yang positif untuk perkembangan anak. Bagaimana anak tumbuh menjadi remaja yang tangguh, remaja yang mampu menghadapi sesuatu secara tepat. Remaja yang diharapkan menjadi pribadi yang baik, cerdas, ikut dalam komunitas yang bermanfaat bagi banyak orang, mematuhi nilai agama yang dianut dan norma yang berlaku.

Pembekalan anak dalam menuju fase remaja bukanlah dalam satu hari, tetapi memerlukan waktu yang konsisten dilakukan agar menjadi sebuah kebiasaan. Membangun kebiasaan positif mempengaruhi anak dalam menyikapi sesuatu yang ada dihadapannya. Untuk mewujudkan remaja yang tangguh dan ideal seperti disebutkan di atas, perlu dilakukan pembekalan terhadap mereka dan dilakukan dengan dukungan orang tua secara penuh serta bertanggung jawab. Berikut merupakan bekal yang penting untuk anak miliki untuk menjadi remaja yang tangguh.

1. Berpikir kritis

Dalam dapat berpikir kritis, orang tua perlu mengembangkan keterampilan dasar yang harus anak miliki. Keterampilan dasar yang dimaksud adalah membaca dan kemampuan matematika. Membaca memberikan stimulus kepada anak untuk berpikir dan menambah wawasan tentang banyak hal, sedangkan matematika membantu anak untuk dapat mengingat secara kuat informasi yang pernah diperoleh dan membantu anak berpikir sistematis. Dengan keterampilan dasar ini dapat memudahkan anak atau remaja untuk mencapai pencapaian potensial mereka.

2. Pemecahan Masalah

Bekali anak dengan kemampuan memecahkan masalah, salah satunya adalah dengan pendidikan. Pendidikan mengajarkan anak untuk dapat menyelesaikan masalah secara sistematis sehingga pendidikan sangat diperlukan bagi anak, di sini anak belajar tentang teori dan fenomena. Bagaimana kedua hal itu berjalan beriringan dan apa yang terjadi ketika dua hal itu tidak sejalan. Bagaimana masalah yang hadir di tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan apa yang mereka pelajari. Di sinilah proses berpikir untuk memecahkan masalah tumbuh.

3. Pembuatan keputusan 

Kesanggupan membuat keputusan menghindari remaja larut dari pergaulan yang secara normatif tidak dibenarkan. Pembuatan keputusan bisa diajarkan pada anak dengan memberikan kebebasan dalam memilih sesuatu. Contoh sederahanya, berikan kesempatan anak untuk memilih apa yang menjadi minatnya. Arahkan dengan pandangan kita sebagai orang tua tentunya agar anak tahu akan konsekuensi pilihannya.

Ketiga bekal di atas sangat dibutuhkan oleh remaja dalam menghadapi dunia luar, dunia di luar dari keluarganya. Remaja dihadapkan pada banyak pilihan yang mereka sendiri belum paham, baik atau buruk. Berpikir kritis sangat diperlukan untuk pemecahan masalah dan pembuatan keputusan. Pendampingan oleh orang tua sangat diperlukan, sebagai ruang untuk bertanya terhadap apa yang dia temui dan hadapi.

 

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like