Ingin Anak Bisa Betah Mondok di Pesantren? Ini Tipsnya!

Halo, Miks!

Keinginan orang tua dan anak yang sejalan dalam hal menuntut ilmu di pondok pesantren merupakan sesuatu yang luar biasa. Banyak kasus di luar sana,  orang tua ingin sekali anaknya bersekolah di pesantren, tetapi si anak tidak mau atau sebaliknya. Anak ingin mondok, tetapi orang tua tidak merestui.

Ketika tiba saatnya orang tua mengantar anak masuk pondok pesantren, suasana haru akan terasa. Anak yang berat ditinggalkan, membuat orang tua tak kuasa menahan tangis.  Satu hal yang perlu diingat bahwa melepas anak untuk menuntut ilmu merupakan wujud kasih sayang orang tua dan ikhtiar mengawal anak menjadi pribadi yang lebih baik.

Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan oleh para orang tua supaya si anak bisa betah menuntut ilmu dan tinggal di pondok pesantren? Simak tips di bawah ini:

Panjatkan Doa Setiap Waktu

Berdoa selepas salat fardu adalah wajib hukumnya. Akan semakin baik apabila ditambah dengan doa usai salat sunah, tahajud atau duha. Berdoalah kapan saja. Tidak harus terucap secara jelas, diucapkan dalam hati pun baik untuk terus dilakukan.

Membaca Al-Qur’an

Ini juga bisa mulai rutin dilakukan orang tua karena anak yang bersekolah di pondok pesantren pasti lebih disiplin mengaji. Sesuaikan jadwal mengaji kita dengan jadwal anak di pondok pesantren akan jauh lebih baik.

Bersedekah

Jadwalkan sedekah secara rutin dan niatkan khusus atas nama anak kita yang mondok di pesantren. Tidak harus dengan nominal besar yang penting bisa istikamah dijalankan.

Membayar Uang Syahriyah Tepat Waktu

Uang syahriyah atau uang bulanan yang dibayarkan, salah satu fungsinya adalah untuk biaya makan anak kita di pondok pesantren. Jadi, jangan sampai terlambat membayar uang syahriyah agar anak kita bisa menjalani rutinitas, terutama menikmati makan di pondok pesantren dengan perasaan tenang dan nyaman.

Positive Thinking, Pasrahkan pada Allah Saja

Usahakan untuk tidak memikirkan bagaimana anak kita di pondok. Apakah anak kita bisa menikmati makan dengan baik? Apakah bisa tidur dengan nyenyak? Apakah bisa bangun pagi tanpa kesulitan? Bagaimana anak kita beradaptasi dengan lingkungan dan suasana barunya? Beribu pertanyaan berkecamuk di dalam hati. Hindari kekhawatiran semacam ini karena apa pun yang ada dipikiran kita pasti akan tersambung secara psikologis dengan anak yang ada di pondok. Anak kita di pondok pun bisa merasakan ketidaknyamanan.

Tulis Surat dan Minta Surat

Buatlah surat untuk anak yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren, sampaikan pada saat jadwal kunjungan. Tuliskan kalimat-kalimat penuh cinta dan motivasi. Sampaikan juga bagaimana bangganya memiliki anak yang mau menuntut ilmu di pondok pesantren.

Usahakan anak pun bisa menulis surat balasan. Minta anak untuk menuliskan apa dan bagaimana kisah serunya selama mondok. Dengan begini orang tua akan tahu apa yang harus dilakukan.

Komunikasi dengan Murobbi atau Murobbiyah

Luangkan waktu untuk bertemu dengan murobbi atau murobbiyah-nya. Bisa kita tanyakan bagaimana anak kita melewati kesehariannya selama di pondok pesantren. Apakah anak kita mengalami kesulitan dan bagimana hubungan sosialnya dengan teman-teman satu kamar. Tanyakan semua yang menjadi rasa penasaran. Kalau ternyata tidak ada masalah sama sekali, alhamdulillah. Akan tetapi, andai ada masalah bisa segera dicari solusinya.

Itulah tips yang Insyaallah tidak terlalu sulit, Miks. Pelan-pelan saja dipraktikkan, ya. Tetap semangat dan optimis. Semoga Allah mudahkan segalanya. Aamiin ….

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.