5 Tips Mudah Membiasakan Anak Salat Fardu Saat Pandemi

Source: theasianparent.com

Hai, Miks!

Seperti yang telah kita ketahui, salat merupakan ibadah wajib yang kita lakukan sebagai bukti kita menyembah kepada Allah Swt. Jika tidak dilakukan, maka berdosa hukumnya. Hadis mengenai anjuran bagi orang tua untuk memerintah anak salat pada usia 7 tahun dan memukulnya saat usia 10 tahun jika tidak melakukannya menjadi rambu-rambu bagi kita sebagai orang tua untuk membiasakan anak salat sejak usia dini. Namun, kesibukan dan rutinitas pekerjaan sering kali menjadi kendala untuk mendampingi anak-anak berlatih salat.

Nah, di masa pandemi yang terus berkepanjangan ini membuat sebagian orang tua lebih banyak bekerja dari rumah atau work from home. Tentu akan ada banyak hal yang dapat dilakukan bersama anak-anak di rumah. Oleh karena itu, inilah saatnya melatih anak membiasakan salat tepat waktu sejak dini. Apabila anak  Anda sudah mendapatkan pelatihan salat dari sekolah tentu akan lebih mudah bagi Anda untuk lebih melatih kedisiplinannya. Namun, jika belum atau masih kurang kita dapat melatihnya sekaligus membiasakannya. Berikut tips mudah melatih dan membiasakan anak salat lima waktu.

Awali dengan Salat Magrib

Waktu magrib adalah waktu yang paling tepat untuk mengajak anak belajar salat pertama kalinya, sebelum ia genap melaksanakan salat 5 waktu secara utuh. Sebab, di waktu ini biasanya anak-anak sudah bersih dan wangi dan tidak ada sesi bermain lagi. Setelah waktu azan tiba ajak anak-anak untuk bersegera wudu dan melaksanakan salat bersama. Lakukan secara rutin antara 2 sampai 3 minggu hingga anak terbiasa.

Salat Zuhur Dulu, yuk!

Waktu Zuhur adalah waktu yang relatif mudah untuk mengajak anak salat bersama, sebab waktu ini adalah waktu istirahat, berhenti dari kegiatan. Dengan mengerjakan salat akan membantu otak dan otot untuk relaks sejenak. Anda bisa mengajaknya salat untuk kemudian makan siang bersama. Anda juga dapat melatih salat Zuhur sekaligus dengan salat Magrib, yakni malam hari kita membiasakan salat Magrib, sedangkan siang harinya salat Zuhur. Berikan pujian jika anak mulai terbiasa dengan rutinitas salat.

Lanjutkan dengan Salat Asar

Waktu mudah setelah Magrib dan Zuhur adalah Asar. Sebab waktu ini adalah jeda dari kegiatan atau aktivitas lanjutan. Jika Anak anda kebetulan mempunyai kegiatan les atau mengaji di TPQ, misalnya, ajaklah untuk salat Asar terlebih dahulu. Namun, jika anak Anda baru saja pulang dari berkegiatan, segera saja perintahkan untuk segera salat Asar sekaligus membersihkan diri.

Jangan Lupa Salat Isya

Salat Isya adalah salat dengan tenggat waktu yang paling lama, karenanya banyak orang yang menunda-nundanya dan lebih mementingkan pekerjaan lainnya. Nah, untuk salat isya ini sebetulnya Anda dapat saja langsung mengaitkan dengan salat Magrib. “Adik sudah dapat salat Magrib, kan. Habis mengaji nanti kita salat Isya sama-sama, ya.” misalnya. Anda juga dapat mengajak salat Isya sebelum makan malam atau sebelum anak Anda mengerjakan tugas sekolah mereka.

Sempurnakan dengan Salat Subuh

Setelah anak Anda berhasil membiasakan ke empat salat Zuhur, Asar, Magrib, dan, Isya, maka tinggal menggembleng untuk salat Subuhnya. Sebab, salat Subuh adalah salat yang paling berat melakukannya. Apalagi jika anak-anak belum terbiasa bangun di waktu subuh. Ingatkan untuk tidur di awal waktu dengan tujuan dapat melakukan salat Subuh tepat waktu.

Well, dengan motivasi dan pendampingan orang tua insyaallah anak akan mengerti pentingnya salat, bukan sekadar kewajiban, tetapi juga kebutuhan.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like