8 Tips Menjadi Pendengar yang Menyenangkan

Hai, Miks!

Jika teman sedang dalam masalah, kita pasti ingin membantu meringankan bebannya. Salah satunya dengan menawarkan diri menjadi tempat curhat. Komunikasi adalah hal yang lazim dalam keseharian kita. Dalam proses komunikasi tidak pernah lepas dari mendengarkan. Menjadi pendengar sudah pasti bisa dilakukan oleh seluruh manusia, tetapi menjadi pendengar yang menyenangkan tentu tidak bisa dilakukan oleh semua orang, kecuali dengan melatihnya.

Apakah Anda memiliki teman yang pandai mendengarkan? Apakah Anda pernah menjumpai orang yang bisa menjadi tempat yang nyaman untuk bercerita? Jika tidak atau belum, mari latih diri sendiri untuk menjadi pendengar yang menyenangkan! Berikut tips dan ulasannya.

1. Luruskan Niat

Hal pertama yang harus dilakukan adalah meluruskan niat. Perbaiki niat dalam diri. Mantapkan hati untuk membantu meringankan beban teman dengan cara menjadi tempat yang nyaman untuk bercerita, dan berusahalah pahami masalahnya.

2. Tahan Diri dan Jangan Berbicara

Saat kita mendengarkan lawan bicara menjabarkan sebuah cerita, usahakan menahan diri dan jangan menyela omongan sampai ia menyelesaikannya. Ini termasuk salah satu adab dalam mendengarkan. Lalu kapan kita boleh berbicara? Saat lawan bicara memberi jeda dan meminta kita untuk berbicara. Karena, jika kita menyela pembicaraannya, akan menyebabkan rasa tidak nyaman. So, jangan greget ingin cepat-cepat merespon ya!

3. Fokus dan Konsentrasi

Langkah selanjutnya adalah menghadirkan pikiran yang fokus terhadap sebuah topik yang sedang dibicarakan. Dengan demikian, kita bisa lebih konsentrasi pada pesan yang tengah disampaikan oleh lawan bicara.

4. Tunjukkan Bahasa Tubuh yang Positif

Perlihatkan kepada lawan bicara bahwa diri kita mendengarkan dengan baik apa yang sedang disampaikan. Caranya, berilah tatapan yang teduh, kontak mata yang aktif dan tunjukkan gestur tubuh yang bisa membuat suasana senyaman mungkin sehingga lawan bicara tidak merasa terintimidasi oleh kita.

5. Jauhi Gangguan

Salah satu etika yang baik saat mendengarkan adalah tidak melakukan hal-hal yang mengganggu percakapan. Contohnya, bermain handphone, selalu melirik jam tangan, dan sebagainya. Coba bayangkan saat kita berada diposisi lawan bicara, pasti hal tersebut akan sangat menjengkelkan bukan?

6. Open-Minded

Berusaha memahami apa yang sedang disampaikan lawan bicara. Memahami dari segi pola pikir, alasan-alasan,  juga sudut pandangnya. Kalau ada sesuatu yang tidak sesuai dengan pikiran kita, jangan terburu untuk mengasumsikan suatu hal. Hindari pula prasangka buruk. Usahakan untuk menyampaikan opini kita dengan bahasa yang baik dan tidak menyalahkan pendapat lawan bicara.

7. Pahami Alur Cerita

Memahami kembali alur cerita keseluruhan dan cobalah untuk mengulang kembali poin-poin penting dari cerita tersebut. Dengan begini, lawan bicara akan merasa bahwa kita benar-benar melakukan hal terbaik untuk membuatnya merasa diperhatikan.

8. Ikut Merasakan

Terakhir, sebisa mungkin kita ikut merasakan apa yang sedang dialami oleh lawan bicara. Dengan cara memosisikan diri kita sebagai lawan bicara. Bagaimana jika kita menjadi dia? Apa yang harus dilakukan?

Nah, Miks, apakah sudah pernah mencoba beberapa tips diatas ketika sedang menjadi pendengar bagi orang lain? Ada banyak manfaat, lo, yang bisa diambil. Diantaranya, menumbuhkan rasa kasih sayang, menambah wawasan baru, membantu meringankan beban, dan juga kita terlatih untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.