6 Tips Mendampingi Penderita Autoimun

Source: Unsplash.com

Hai, Miks!

Penyakit autoimun adalah suatu kondisi dimana kekebalan tubuh seseorang yang seharusnya melindungi tubuh dari penyakit justru menyerang tubuh itu sendiri. Penyakit ini banyak jenisnya dan kebanyakan belum bisa disembuhkan hanya bisa ditekan gejalanya seminimal mungkin.

Dalam usaha untuk sembuh ada beberapa kondisi yang harus dihadapi oleh penderita penyakit autoimun:

  1. Pengobatan yang rutin dan lama, berbulan-bulan atau bertahun-tahun tergantung jenis penyakit dan tingkat keparahannya.
  2. Aktivitas fisik yang harus dibatasi sehingga wajib banyak istirahat kadang memicu rasa bosan. Ditambah rasa sakit yang muncul di beberapa bagian tubuh kerap membuat kurang nyaman.
  3. Kemungkinan komplikasi sebagai risiko mengonsumsi sejumlah obat dalam jangka waktu yang lama, maka tak jarang penderita penyakit autoimun harus menjadi pasien bagi satu atau lebih dokter.
  4. Pada beberapa jenis, penyakit autoimun menyebabkan munculnya perubahan secara fisik seperti bercak-bercak di permukaan kulit pada penderita HSP (Henoch Sconlein Purpura) atau rapuhnya kulit sehingga seperti kulit terbakar pada penderita pemfigus vulgaris yang bisa jadi memunculkan rasa minder.

Mendampingi Penderita Penyakit Autoimun

Ketika penderita berada pada posisi terendahnya sangat  mungkin memicu munculnya respon negatif dari dalam diri sendiri. Merasa hidupnya menjadi beban bagi orang lain,  harus tergantung pada obat-obatan, aktivitas yang terbatas membuatnya merasa hidupnya tidak bermanfaat, ditambah lagi rasa malu dengan kondisi fisik yang berubah sehingga menarik diri dari pergaulan. Hal ini memungkinkan munculnya kejenuhan, emosi yang tidak stabil hingga stres dan  keputusasaan, atau bahkan depresi.

Dalam kondisi seperti ini, penderita membutuhkan orang lain, baik itu keluarga, teman, saudara, atau sahabat. Untuk berbagi, berdiskusi, berbincang, atau  memberikan motivasi agar tetap tenang dan bahagia meski harus terus berobat. Langkah ini penting dilakukan agar penderita autoimun tetap semangat berjuang untuk sembuh dan bisa berdamai dengan keadaan sakitnya. Nah, supaya bisa mendampingi penderita autoimun, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan, yaitu:

1. Membekali dengan Ilmu tentang Penyakit Tersebut

Dengan mengenal penyakit ini kita juga bisa memberi gambaran yang positif sehingga penderita tenang, antusias dalam berobat, dan optimis untuk sembuh.

2. Mendampingi Berobat

Selalu usahakan ada yang mendampingi saat waktunya kontrol ke dokter. Selain untuk mengetahui perkembangan penyakitnya, manfaatkan pula kesempatan itu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter tentang seluk beluk penyakit ini.

3. Membantu Mengatur Aktivitasnya

Salah satu yang ditekankan dalam masa pengobatan adalah penderita tidak boleh kelelahan. Penderita penyakit autoimun kadang tampak sehat-sehat saja, tetapi jika aktivitasnya tidak dikontrol bisa memicu kondisi yang lebih buruk. Penderita perlu dibantu untuk mengenali aktivitas yang boleh dan tidak boleh, juga seberapa berat aktivitas fisik yang boleh dilakukan. Jika penderita adalah anak-anak, maka aktivitas bermain pun perlu dikontrol dan sangat perlu mencarikan alternatif bermain yang lain.

4. Mencatat Perkembangannya

Usahakan mencatat setiap perkembangan yang ada. Hal ini akan membantu kita mengenali kondisi seperti apa yang memungkinkan gejala penyakit ini muncul lebih parah. Dengan demikian kita bisa melakukan pencegahan.

5. Terus Memotivasi

Kenyataan bahwa jenis penyakit ini belum bisa disembuhkan sangat memungkinkan membuat penderita tidak yakin dengan proses pengobatan yang dijalani. Namun, gejala penyakit ini bisa ditekan munculnya sampai batas minimal. Miks, penting untuk disampaikan ke penderita bahwa ketika gejala bisa ditekan itu artinya penderita dapat menjalani hari-hari dengan nyaman tanpa gangguan. Ini juga berarti penderita bisa menjalani kehidupan secara normal kembali.

6. Pendamping pun Harus Bahagia

Selain kelima hal di atas, pendamping juga harus menyiapkan kondisi psikisnya sendiri. Untuk membuat orang lain tenang, kita juga harus tenang. Untuk memotivasi orang lain bisa sabar dan bahagia, kita pun harus bahagia. Sehingga mengelola emosi dengan bijak sangatlah dibutuhkan.

Demikian tips-tips mendampingi penderita autoimun yang bisa Anda terapkan. Semoga bermanfaat, Miks.

 

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like