Menjadi Konsumen Berdaya di Masa Kebiasaan Baru

Source: pexels.com

Hai, Miks!

Konsumen Berdaya adalah konsumen yang kritis dan berani mengemukakan pendapat serta berani mengklaim risiko merugikan yang mungkin dialaminya karena penggunaan suatu barang/jasa. Salah satu karakter perilaku konsumen di masa kebiasaan baru adalah meningkatnya sikap kritis dalam pemilihan produk/jasa yang akan dibelinya. Jaminan keamanan, kesehatan, dan terbebas dari risiko penyebaran virus adalah tuntutan konsumen di masa kebiasaan baru. Menjadi konsumen berdaya merupakan salah satu upaya untuk turut serta menekan risiko penyebaran virus di masa kebiasaan baru. Berikut langkah tepat untuk menjadikan diri kita konsumen berdaya:

Pahami dan Manfaatkan Hak-Hak Konsumen

Hak konsumen antara lain adalah mendapatkan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan dalam menggunakan produk atau jasa, mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur atas barang dan jasa yang dibeli,  hak untuk didengar pendapat dan keluhan dalam hubungannya dengan penggunaan barang/jasa, hak untuk mendapatkan perlakuan dan pelayanan yang baik dan jujur serta tidak diskriminatif, hak untuk mendapatkan perlindungan hukum, hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan penggantian apabila barang/jasa yang diterima tidak sesuai dengan yang dijanjikan, dan beberapa hak lainnya  (lihat UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen).

Penuhi Kewajiban Konsumen

Kewajiban konsumen adalah wajib membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa demi keamanan dan keselamatan, konsumen wajib beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang/jasa, konsumen wajib membayar barang sesuai nilai tukar yang disepakati bersama, serta mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen.

Bertindak Kritis

Berikan apresiasi atau penilaian positif ketika barang/jasa yang diterima sesuai dengan mutu/waktu yang dijanjikan. Misalkan dengan memberikan testimoni bahwa barang sudah diterima tepat waktu dan dikemas dengan baik serta mutu sesuai janji. Di sisi lain, ketika barang/jasa yang dibeli tidak sesuai dengan yang dijanjikan, konsumen harus bertindak tegas dan mengkritisi setiap bentuk ingkar janji yang dilakukan oleh pelaku usaha.

Jangan Enggan untuk Mengajukan Komplain

Komplain wajib dilakukan ketika barang/jasa yang diterima tidak sesuai dengan mutu atau waktu yang dijanjikan. Beberapa konsumen enggan melakukan komplain. Padahal sesungguhnya komplain atas ketidaksesuaian janji dengan fakta adalah merupakan dorongan positif bagi pelaku usaha untuk melakukan yang lebih baik di masa berikutnya. Makin konsumen aktif menyampaikan komplain akan makin mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan mutu produk dan pelayanannya. Pelaku usaha yang mengabaikan komplain dari konsumen cepat atau lambat akan ditinggalkan oleh konsumennya.

Manfaatkan Lembaga Perlindungan Konsumen

Jika dirasa perlu, konsumen dapat memanfaatkan media layanan pengaduan konsumen dengan melaporkan kepada aparat kepolisian atau lembaga terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat, atau bisa juga kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesaia (YLKI) dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Semua media tersebut akan memberikan layanan perlindungan konsumen secara gratis.

Itulah langkah tepat untuk menjadikan kita sebagai konsumen berdaya. Jangan ragu untuk menjadi pelopor pelapor hal-hal yang merugikan konsumen. Sebab, komplain konsumen adalah pemicu bagi pelaku usaha untuk melakukan sesuatu yang lebih baik demi daya saing mereka. Selamat mencoba!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like