Kenali Penyebab dan Gejala Virus HIV dan AIDS

Source: liputan6.com

Hai, Miks!

Sebelumnya, perlu Anda ketahui apa itu HIV. HIV ini memang suatu penyakit yang perlu diwaspadai. Mengapa demikian? Sebab, berdasar WHO pada tahun 2018, ada kira-kira 37,9 juta jiwa yang hidup dengan HIV. Lalu, 1,7 juta jiwa yang baru terinfeksi.

Apa, sih, sebenarnya penyebab virus AIDS dan bagaimana penularan virus HIV itu?

Di sini Maakmood akan membahas beberapa penyebabnya. HIV yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus, sementara AIDS bisa terjadi karena kondisi tubuh sudah parah atau imunitas tubuh seseorang itu menurun.

HIV ini merupakan virus yang ada dalam darah manusia, cairan seksual, dan ASI. Virus tersebut bisa membuat kekebalan dalam tubuh menurun, sedangkan AIDS yaitu lanjutan dari HIV yang sudah parah karena sistim kekebalan tubuh sudah berhenti bekerja.

Penyebab HIV ini adalah virus yang melemahkan imun, sementara AIDS itu dikarenakan oleh virus HIV. Seseorang tidak akan menderita AIDS, jika tidak terkena HIV.

Hubungan intim kerap jadi kambing hitam penyebab virus berbahaya ini. Memang faktanya hubungan badan bisa menjadi penyebab infeksi HIV, bahkan oral seks bisa menjadi penyebabnya apalagi gonta-ganti pasangan.
Namun, ternyata bukan hanya hubungan intim saja yang menjadi penyebab HIV. Ada hal lain juga.

Penyebab HIV antara lain:

a. Berbagi jarum suntik,
b. Transfusi darah,
c. Penularan dari ibu ke bayi,
d. Bekerja di rumah sakit,
e. Alat tato, dan
f. Transpalantasi organ tubuh.

Kemudian, bagaimana gejala HIV ataupun AIDS itu?

Anda harus tahu bagaimana gejala HIV maupun AIDS agar bisa waspada dan hati-hati. Jika, Anda bisa tahu gejalanya barangkali bisa mencegah supaya tidak makin parah. Sebetulnya, virus HIV ini tidak langsung parah, tetapi memiliki gejala-gejala ringan. Jadi, tidak serta-merta langsung parah. Waktunya pun lama untuk menjadi virus AIDS. Sebagian besar orang pun tidak akan pernah tahu kalau sebetulnya memiliki gejala HIV. Sebab, biasanya timbul begitu ringan. Nyaris seperti virus flu biasa. Biasanya dalam jangka satu sampai dua minggu.

Berikut gejala awal HIV yang perlu Anda waspadai

1. Demam

Gejala awal biasanya demam ringan dengan suhu di atas 38 derajat celcius yang diikuti oleh gejala lain, seperti kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.

2. Kelelahan

Sering mengalami rasa letih dan lesu serta tidak semangat menjalani aktivitas. Badan terasa tidak enak, seperti gejala flu.

3. Nyeri pada kelenjar getah bening dan otot

Jadi, sama halnya dengan virus lain, maka orang yang terindikasi HIV akan mengalami nyeri pada persedian dan otot.

Gejala seperti itu akan hilang dengan sendirinya dan akan memasuki tahap infeksi kedua, yaitu tahapan non gejala. Biasanya, pada tahap ini tidak akan mengalami gejala apa pun, tetapi sudah terkena HIV dan bisa menularkannya pada orang lain. Kemudian, selanjutnya memasuki tahap ketiga. Pada tahapan ini, daya tahan tubuh sudah sangat lemah hingga bisa terkena AIDS.

Nah, ketika sudah terjangkit AIDS, maka akan mengalami gejala-gejala lagi, di antaranya lelah yang berkepanjangan, demam lebih dari sepuluh hari, sesak napas, nyeri di tenggorokan, infeksi jamur di kulit atau vagina, diare kronis, selalu berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang pasti.

Setelah mengalami gejala-gejala seperti itu, maka harus memastikan dengan cara Tes HIV dan AIDS. Karena bisa jadi tidak terjangkit meskipun mengalami gejala yang mirip atau malah menderita HIV, walaupun tidak memiliki tanda-tanda terkena virus HIV dan AIDS. Sebab, setiap orang tidak selalu sama gejalanya. Jadi, harus melakukan tes, jika ingin kepastian. Kepastian itu sangat penting.

Demikian informasi mengenai penyebab dan gejala HIV dan AIDS yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like