Cermati 4 Hal Berikut Sebelum Memulai Berjualan

Picture source: Pexels.com

Hai, Miks!

Banyak orang berpendapat bahwa kemampuan berjualan adalah bakat yang dibawa sejak lahir sehingga sering orang merasa tidak yakin untuk memulai berjualan ketika merasa tidak memiliki bakat. Janganlah pernah berpikir bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu sebelum mencobanya, termasuk berjualan.

Yakini bahwa berjualan adalah ketrampilan yang bisa diasah dan dikembangkan. Banyak cara cerdas yang bisa dilakukan untuk memulai berjualan,  tetapi empat hal berikut ini penting untuk dicermati agar sukses menjalankannya.

Kebutuhan dan Keinginan Pembeli

Cermati apakah barang/jasa yang akan dijual dibutuhkan oleh banyak orang. Kebutuhan manusia tidak berbatas, tetapi kemampuan membelilah yang terbatas. Banyak orang menjadi berhati-hati dalam memenuhi kebutuhannya. Hanya barang/jasa yang benar-benar dibutuhkan yang akan dibelinya. Oleh karena itu, penjual harus memahami benar apakah barang/jasa yang akan dijualnya adalah benar-benar dibutuhkan oleh calon pembeli.

Keinginan adalah dorongan dalam diri sesorang untuk memenuhi kebutuhannya. Setiap orang mempunyai keinginan yang berbeda-beda dalam memenuhi kebutuhannya. Seperti halnya dengan kebutuhan, keinginan manusia itu tidak berbatas. Keterbatasan ada pada sumberdana (uang) yang dimiliki.

Meskipun keinginan tidak berbatas, tetapi keinginan bisa dipengaruhi atau digiring. Tugas penjual adalah mempengaruhi/menggiring calon pembeli agar menginginkan produk/jasa yang dijualnya.  Biasanya, cara untuk mempengaruhi/menggiring keinginan calon pembeli adalah dengan promosi.

Tingkat Kepentingan

Cermati apakah barang/jasa yang akan dijual benar-benar  menjadi problem solver bagi calon pembeli. Seberapa penting barang/jasa dibutuhkan oleh calon pembeli sehingga bisa menjadi solusi bagi masalah yang dihadapinya. Jika barang/jasa yang kita jual adalah barang urgent atau penting bagi calon pembeli dan menjadi barang kebutuhan mendesak, maka peluang terbuka lebar produk/jasa kita akan dibeli oleh calon pembeli. Makin tinggi tingkat kepentingan barang/jasa bagi calon pembeli, makin besar peluang untuk laku terjual.

Ketepatan Waktu

Cermati apakah ketika kita menawarkan barang/jasa dagangan kepada calon pembeli sudah tepat waktu. Waktu yang tepat adalah ketika sedang berlangsung masa yang diistilahkan sebagai trend. Barang/jasa yang sedang menjadi trend atau hype pasti adalah barang yang sedang dicari oleh pembeli.

Trend apa yang sedang berlangsung saat ini dan memunculkan peluang bisnis? Misal jawabnya adalah gowes, maka sepeda dan aksesoriesnya akan menjadi barang yang dicari oleh calon pembeli. Jadi, ketika kita akan menawarkan barang/jasa maka pertimbangkanlah trend apa yang sedang terjadi pada saat itu. Hal ini akan ikut menentukan ketepatan waktu penawaran barang kepada calon pembeli. Sebaliknya, jika kita menawarkan barang/jasa yang sudah tidak trend lagi, maka akan mengalami kesulitan dalam penjualannya.

 Daya Beli Masyarakat

Cermati daya beli masyarakat saat menawarkan barang/jasa dagangan kepada calon pembeli. Daya beli masyarakat sangat ditentukan oleh kondisi ekonomi. Jika kondisi ekonomi baik maka daya beli masyarakat pun juga baik.

Pada saat krisis ekonomi misalnya, daya beli masyarakat menjadi lemah, akibatnya mereka akan sangat berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Berjualan pada situasi seperti ini pasti tidak mudah. Dibutuhkan strategi yang cerdas agar barang dagangan bisa terjual.

Untuk menghasilkan strategi yang cerdas maka penjual harus menambah pengetahuan seluas-luasnya terutama yang berhubungan dengan pemasaran, misalnya dengan banyak membaca, belajar dari pengalaman, memperluas relasi, mau menerima saran, tidak cepat puas, kreatif dan inovatif.

Sebelum mencoba jangan katakan tidak mampu untuk berjualan, boleh jadi berjualan adalah ketrampilan yang dimiliki oleh setiap orang, tinggal seberapa besar kemauan seseorang untuk mengasahnya. Selamat mencoba!

0 Shares:
1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like