5 Hal yang Perlu Diperhatikan oleh Penderita Dermatitis Atopik

Picture source: smarterhealth.id

Hai, Miks!

Pernahkah Anda atau anak-anak mengalami ruam kemerahan ataupun gatal yang terus-menerus? Rasa gatal ini bisa muncul pada satu atau lebih area tubuh dan memburuk pada malam hari. Dermatitis atopik atau yang lebih dikenal dengan eksim atopik adalah bentuk peradangan kulit yang ditandai dengan ruam kemerahan dan rasa gatal yang terus menerus.

Dermatitis atopik tidak bisa disembuhkan. Kita hanya dapat melakukan perawatan untuk meringankan gejala yang dialami penderita. Para penderita penyakit ini mungkin merasakan gejala yang berbeda-beda. Gejala umum yang muncul pada balita biasanya pipi, tangan, dan kaki menjadi kering, pecah-pecah, bersisik. Gejala yang muncul pada orang dewasa antara lain rasa gatal dan kulit kemerahan di belakang leher, siku, lutut dan lipatan-lipatan lain.

Miks, berikut adalah lima hal yang perlu diperhatikan saat kita mengalami dermatitis atopik:

1. Menghindari Pemicu Dermatitis Atopik

Agar kita bisa mengantisispasi munculnya penyakit, kita harus mengenali dan menghindari pemicunya. Nah, beberapa faktor pemicu munculnya dermatits atopik di antaranya makanan dan minuman tertentu seperti olahan susu (dairy food) dan seafood, serta bahan tambahan kimia, seperti pemanis, pengawet atau pewarna buatan, bulu hewan, serbuk sari tanaman, tungau, debu, asap rokok, keringat yang berlebih, udara yang terlalu panas atau dingin, produk sabun dan detergen tertentum, serta stres.

2. Tidak Menggaruk Kulit secara Berlebihan

Untuk mengurangi rasa gatal yang terus-menerus, kita cenderung ingin terus menggaruk. Namun, kendalikan keinginan tersebut agar tidak timbul luka yang berdarah dan infeksi. Untuk menyiasati rasa gatal yang memburuk dimalam hari, tutuplah area yang gatal dengan pakaian panjang, celana panjang, atau kaos kaki.

 Saat gatal datang, kita cukup menggosok sekitar area yang gatal. Jika gatal tak kunjung hilang, coba alihkan perhatian. Percaya atau tidak, kondisi psikis sangat mempengaruhi rasa gatal yang muncul. Jangan lupa mengganti seprai dan sarung bantal secara berkala, ya!

3. Menjaga Kelembapan Kulit

Pada umumnya dokter kulit akan memberikan obat untuk meringankan gejala. Jenisnya bisa berbeda-beda tergantung tingkat keparahan gejala. Selain itu, dokter juga akan memberikan pelembap berbahan khusus yang harus digunakan secara berkala untuk menjaga kelembapan kulit. Penderita dermatitis atopik biasanya memiliki kulit yang kering.

Oleh karena itu, kita harus menjaga kelembapan kulit. Bila kulit kering terasa keringi, segera oleskan pelembap tersebut. Sebaiknya gunakan sabun khusus yang mengandung pelembap. Jangan menggosok terlalu keras jika kita tidak ingin kulit akan semakin kering. Untuk menghindari iritasi kulit, hindari menggunakan sabun yang mengandung antiseptik.

4. Mengendalikan Stres

Kondisi gatal-gatal yang sebentar hilang dan sebentar muncul memang dapat menimbulkan stres. Namun, kita harus bisa mengendalikannya agar gatal-gatal tidak semakin parah. Selain itu, kita perlu menata hati dan pikiran untuk tetap tenang menghadapinya.

5. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Selain keempat hal di atas, jangan lupa untuk tetap menjaga imunitas, ya, Miks! Dermatitis atopik mungkin dipicu oleh konsumsi makanan dan minuman tertentu, tetapi kita harus tetap mengonsumsi makanan dan minuman bergizi.

Terus belajar, yuk, Miks. Berkreasilah dengan beragam bahan makanan dan minuman yang Tuhan anugerahkan. Gantilah bahan makanan yang menjadi pemicu dermatitis atopik dengan bahan makanan lain yang aman. Bila diperlukan, kita dapat mengkonsumsi multivitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Demikianlah hal-hal yang perlu kita perhatikan untuk menghadapi dermatitis atopik yang muncul. Semoga segera membaik, ya, Miks!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like