Ingin Menyelaraskan Manajemen Waktu dan Manajemen Diri? Simak 2 Hal Penting Ini

Pictures source: Pexels.com

Hai, Miks!

“Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, ia yang akan menebasmu. Jika engkau tidak disibukkan dalam kebaikan, maka engkau disibukkan dalam hal yang sia-sia.”

Beruntunglah jika kita termasuk yang mempunyai segudang aktivitas. Hari-hari kita selalu digunakan untuk kegiatan yang positif sehingga tidak ada waktu untuk memikirkan dan melakukan kegiatan yang negatif. Itu adalah salah satu keberkahan hidup yang Allah Swt. berikan kepada hamba-Nya yang terpilih.

Miks, di tengah kepadatan aktivitas yang sedang dijalani, jangan lupakan waktu untuk diri sendiri, ya. Manajemen waktu dan manajemen diri sangat perlu. Time table yang dibuat menjadi tidak berarti kalau kita sendiri sering melanggarnya. Namun, kadang-kadang ada faktor lain yang memang tidak bisa dicegah.

Nah, Miks, bagaimana agar manajemen waktu bisa selaras dengan manajemen diri? Mari simak dua hal ini.

1. Menetapkan Prioritas

Dalam Eisenhower Decision Matrix, Dwight Eisenhower, Presiden Amerika Serikat ke-34, menyebutkan empat teknik membagi waktu. Apa saja itu?

a. Penting dan Mendesak
Buatlah daftar tugas yang benar-benar penting saja, Miks. Kita harus fokus dan selektid dalam memilih pekerjaan yang akan dimasukkan dalam daftar tersebut. Memasukkan terlalu banyak tugas hanya akan membuat kita menjadi tidak produktif. Jangan lupa mengatur urutan prioritasnya satu persatu, ya.

b. Penting tetapi Tidak Mendesak
Poin ini berisi tugas-tugas yang bisa kita cicil dan tugas penting yang harus diselesaikan sesuai rencana. Upayakan untuk tidak menunda-nunda pekerjaan karena kebiasaan ini hampir selalu mengundang masalah.

c. Mendesak tetapi Tidak Penting
Mempunyai komunitas atau jaringan memang banyak manfaatnya, Miks. Selain menambah kenalan, kita bisa mendapatkan banyak informasi di dalamnya. Jika kita adalah ketuanya, rajin-rajinlah memantau komunitas. Jangan melupakannya, ya, Miks. Untuk tugas seperti ini, kita bisa mendelegasikannya kepada orang yang bisa dipercaya.

d. Tidak Penting dan Tidak Mendesak
Nah, Miks, banyak orang yang terlena dengan kegiatan yang tidak penting dan tidak mendesak. Kegiatan-kegiatan seperti scrolling media sosial, kumpul bersama teman-teman, dan belanja daring karena keinginan bukan kebutuhan sebisa mungkin kita kesampingkan dulu.

2. Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Miks, kegiatan yang terlalu banyak tidak akan efektif hasilnya jika dikerjakan semua. Agar bisa semakin produktif dan hasil kerja semakin efektif, fokuslah pada pekerjaan yang benar-benar kita kuasai. Kita perlu meluangkan waktu untuk diri sendiri atau yang sering disebut me time. Me time ini tidak selalu berarti kita menjalankan hal-hal yang disukai saja. Waktu beribadah juga bisa kita jadikan sebagai me time, lo. Jadi, Miks yang beragama Islam bisa memiliki lima kali waktu untuk me time.

Saat me time, kita bisa istirahat dan melepaskan lelah. Selain itu, kita bisa mengevaluasi kegiatan pada tabel prioritas yang sudah dibuat serta menata hati dan pikiran agar bisa selaras dengan tujuan dan tidak melenceng ke mana-mana.

Sukses dalam mengatur waktu dan diri sendiri artinya dapat mengerjakan tugas dengan efektif dan efisien.

Keep focus, Miks!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like