Melakukan Perjalanan Jauh Saat Malam Hari? Perhatikan 3 Hal Ini

Picture source: Pexels.com

Hai, Miks!

Pernah melakukan perjalanan jauh mendadak? Perjalanan jauh ke luar kota atau sebaliknya kadang tak bisa dihindari. Terlebih, bagi mereka yang memiliki bisnis atau urusan di beberapa daerah, bahkan harus berangkat atau pulang di waktu malam. Jika Anda harus dan terpaksa menembus malam, 3 hal berikut perlu diperhatikan.

1. Cek Rutin Kondisi Mobil

Memeriksa kondisi mobil harus dilakukan secara berkala, minimal setiap tiga bulan. Meski Anda jarang mengendarai kendaraan pribadi, cek rutin itu perlu. Performa mobil yang baik akan memberikan rasa nyaman dan aman selama perjalanan. Jika Anda memiliki waktu yang cukup sebelum berangkat, Anda bisa luangkan waktu untuk datang ke bengkel. minta ahlinya untuk memeriksa oli mesin, air radioator, selang dan filter bensin, kipas pendingin, dan ban. Bila Anda tak punya cukup waktu untuk mengantre, Anda usahakan untuk memeriksa air radiator, oli, wiper, lampu, dan ban.

2. Siapkan Perbekalan

Melakukan perjalanan jauh dengan jarak melebihi 200km akan memerlukan waktu sekitar 3 hingga 4 jam. Selama dalam perjalanan, Anda tentu memerlukan perbekalan wajib seperti aneka camilan, permen, dan air mineral yang cukup. Mengkonsumsi banyak air akan mengurangi resiko dehidrasi. Sementara, camilan dan permen dapat mengatasi rasa kantuk yang biasa menyerang tiba-tiba.

Perbekalan yang Anda siapkan pasti lebih terjamin kualitasnya sekaligus menghindari konsumsi makanan cepat saji di warung di pinggir jalan.  Akan tetapi, jika Anda merasa tak lagi mampu menahan kantuk, lebih baik Anda menghentikan kendaraan sebentar, lalu melakukan peregangan otot. Sebelumnya, Anda pastikan bahwa Anda berhenti di sekitar pemukiman sehingga Anda yakin aman ke luar dari mobil untuk jalan-jalan dan melemaskan otot kaki, lengan dan leher yang tegang. Jika memungkinkan, Anda bisa paksakan diri untuk memejamkan mata minimal 15 menit.

3. Cari Teman

Mengobrol bersama teman akan membuat Anda tetap waspada terhadap kondisi jalan. Meski teman tidak bisa menggantikan menyetir, setidaknya Anda mendapat suntikan semangat untuk menjaga mata dan konsentrasi seutuhnya. Jika Anda melakukan perjalanan sendiri, usahakan mencari teman dengan cara mengikuti mobil lain yang searah dengan tujuan Anda. Mengikuti mobil lain pun dapat meningkatkan konsentrasi saat mengendalikan stir, menjaga kecepatan tetap seimbang, dan memperhatikan jarak aman dengan kendaraan tersebut.

Selain itu, dengan berkendaraan beriringan juga memberikan kemudahan, terutama bagi Anda yang kurang hafal medan. Pun jika ada musibah, misalnya tiba-tiba mobil bermasalah, Anda bisa menyalakan lampu dim dan menekan klakson berulang sebagai tanda meminta pertolongan.

Bagaimana, Miks? Kadangkala keberanian dan kemandirian tumbuh dari keterpaksaan. Anda harus percaya bahwa niat yang baik akan selalu dimudahkan.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like