Buah Tawadu dan Keikhlasan Seorang Guru Ini Membuat Haru

Picturesource: Lathifah Munawaroh

Hai, Miks!

Pernahkah Anda pergi ke Makkah melaksanakan ibadah umrah atau haji? Bagaimana rasanya kala itu? Bagaimana rasanya pula bila tiba-tiba Anda mendapat hadiah tiket untuk melaksanakan Ibadah Umrah atau Haji? Berasa bahagia tak terkira, bahkan barangkali tidak percaya hingga Anda mencubit diri sendiri, lalu sadar bahwa ini adalah bukan mimpi.

Mengenal Sosok Ustaz Ali

Adalah seorang ustaz senior di Kota Kudus, Ustaz Ali Mahmudi, begitu orang-orang sekelilingnya memanggilnya. Ustaz senior yang telah begitu banyak berjasa dalam dakwah Islam di Kudus dengan usia kisaran 70-an tahun saat ini tinggal di Getasrabi, Gebog, Kudus, dan memiliki empat orang putra dan dua orang putri. “Mempertahankan akidah selama masih hidup karena hidup adalah perjuangan” menjadi motto hidupnya.

Keikhlasan sang ustaz menjadikan banyak orang merasakan energi-energi positif setelah mereka datang dan mengikuti pengajian yang diasuh oleh Ustaz Ali. Suatu ketika datang seorang perempuan kepada penulis dan berkomentar: “Walaupun badan sedang tidak enak, kepala juga terasa pusing, tetapi setelah hadir pengajian Ustadz Ali badan menjadi sehat kembali. Semangat hidup kembali menyala.” Lalu, ia pun menambahkan, “Energi yang mengalir di badan luar biasa tiap kali saya hadir kajiannya.”

Selain aktif mengisi kajian, Ustaz Ali juga aktif berdagang. Berprofesi menjadi guru madrasah dimulai dari masa muda hingga saat ini. Awal karir mengajar beliau adalah di Pondok Pesantren Al-Mujahidin, Balikpapan, lalu pindah ke Kudus dan mengajar di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah di bawah Yayasan Pondok Pesantren Ma’ahid Kudus hingga saat ini.

Selain keikhlasan, maka ada satu hal pokok yang selalu ada pada detak napas dan langkahnya. Sifat “Lillahi Ta’ala” menjadi jargon dan slogan yang pasti harus ada. Satu orang dengan orang lain mungkin beda pemahaman dan praktik terkait jargon satu ini. Ustaz Ali telah berhasil dengan sukses mengangkat jargon ini hingga menjadi pribadi yang disukai oleh banyak orang.

Memetik Buah Tawadu dan Keikhlasan

Alhasil karena keikhlasannya, ketawaduannya dan ke “Lillahi Ta’ala”nya, setidaknya ada dua karunia besar duniawi yang pernah singgah mampir dalam hidupnya, membuat setiap orang tak bisa berkata-kata. Tentu selain dua masih banyak karunia-Nya menghampiri, tetapi dua ini menjadi dua karunia besar. Dua karunia duaniawi yang dapat menjadi tangga karunia ukhrawi lainnya. Hanya satu kata keluar di sana: Masyaallah!

Ibadah Umrah dengan Cara Tak Terduga

Pasti Anda pun bercita-cita ingin pergi ke Makkah melaksanakan umrah, ya, Miks. Sebuah harapan cita-cita tiap muslim. Tak terkecuali Ustaz Ali. Doa satu ini dikabulkan oleh Allah atas sebuah undangan yang tak pernah dikira sebelumnya.

Bila Anda adalah seorang guru yang memiliki sejumlah murid. Setelah mereka lulus, sering kali putus kabar, bukan? Adalah Bapak Wastono yang pernah menjadi murid Ustaz Ali ketika di pondok Al-Mujahidin, Balikpapan, mengajaknya berumrah bersama semua guru yang pernah mengajarnya, terjadi pada tahun 2013. Ajaib. Ya, baik guru dengan murid, keduanya adalah makhluk Allah pilihan. Kita yang mendengarkannya hanya merasa takjub. Pengagungan kepada-Nya menjadi sebuah reaksi yang hadir secara otomatis.

Ibadah Haji Furoda

Adalah ibadah haji spesial dengan visa undangan, tanpa antri, dan tentu dengan fasilitas yang spesial pula. Ustaz Ali menuturkan, “Pada tahun 2018, Qatar Charity mengundang pasangan suami istri yang telah menikah baru-baru saja. Anak kami, perempuan, dan suaminya termasuk salah satu pasangan yang diundang pada acara ini.

Pada saat acara berlangsung, penerimaan hadiah dengan cara undian. Karunia Allah, anak kami termasuk salah satu pasangan yang menerima hadiah untuk berhaji Furoda. Takdir Allah, anak perempuan saya sedang hamil sehingga tidak jadi berangkat dan digantikan oleh ayahnya,” katanya mengenang dengan penuh haru. “Akhirnya saya bersama rombongan berangkat haji pada tahun 2018. Yang paling mengesankan pada saat itu, ada kurang lebih 10 orang yang diberangkatkan dari mualaf Papua, ada juga dari Maluku. Bersama kami pula seorang pendeta muda yang telah masuk Islam,” imbuhnya menambahkan.

Di akhir wawancara, Ustaz Ali berpesan bagi pembaca supaya selalu termotivasi untuk beramal karena amal seorang muslim itu tidak sia-sia.

Segala sesuatu itu tergantung niat. Dengan niat baik  maka niscaya kebaikan-kebaikan akan datang menyapa. Semoga sosok Ustaz Ali ini dapat menjadi inspirasi kita semua, ya, Miks!

 

 

 

 

0 Shares:
2 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like