Etika Berkomunikasi di Grup WhatsApp

Picture source: pexels.com

Halo, Miks!

Media sosial WhatsApp sudah muncul sejak beberapa tahun silam. Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh sejak kemunculannya, salah satunya adalah adanya fasilitas grup chat yang sangat fenomenal hingga saat ini.

Grup chat dianggap sebagai ruang sosial yang bisa diisi oleh banyak orang dengan beragam karakter, tetapi mempunyai persamaan latar belakang atau tujuan. Saat ini, Anda pasti mempunyai grup alumni sekolah, grup keluarga, grup teman kantor, dan lain-lain. Banyak hal positif dan menyenangkan dengan adanya grup chat WhatsApp ini. Selain bisa mengirim dan menerima informasi penting secara serentak, Anda pun bisa mengobrol atau diskusi dengan anggota grup lain tanpa dibatasi jarak dan waktu.

Namun, ada yang dilupakan para anggota grup WhatsApp, yaitu pentingnya etika berkomunikasi. Memang tidak pernah ada aturan secara tertulis, tetapi pada akhirnya membuat banyak anggota yang menuliskan atau mengirimkan informasi secara sembarangan tanpa memikirkan perasaan anggota lainnya.

Apa yang sebaiknya diperhatikan dalam berkomunikasi di grup WhatsApp? Yuk, simak beberapa penjelasan di bawah ini.

1. Mengobrol dengan Satu Orang Saja

Tujuan dibuatnya grup WhatsApp sudah sangat jelas sejak awal adalah sebagai media percakapan sekelompok orang yang mempunyai keterkaitan latar belakang, seperti grup keluarga, grup alumni, grup kantor, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, silakan saja membuat obrolan dengan tema umum yang bisa ditanggapi semua anggota grup dan jangan sampai mengobrol secara khusus dengan satu orang anggota grup karena tema obrolan hanya dipahami oleh Anda berdua saja. Akan lebih bijak kalau Anda menyampaikan melalui jalur pribadi saja.

2. Terlalu Banyak Sharing

Satu hal yang harus selalu Anda ingat adalah saring sebelum sharing. Perlakukan grup WhatsApp layaknya media sosial yang lain. Pikirkan terlebih dahulu apakah berita atau gambar ini layak untuk dibagikan? Pertimbangkan dengan sungguh-sungguh apa yang akan menjadi dampaknya. Seperti, saat ingin berbagi foto keluarga, foto sendiri, atau foto lainnya, apakah perlu atau tidak? Tidak hanya foto, tetapi berlaku pula untuk broadcast informasi apa pun karena jangan sampai Anda justru dianggap sebagai penyebar berita hoax.

3. Suka Berdebat

Perdebatan bisa terjadi karena ada anggota yang memaksakan pandangannya terhadap sesuatu hal ke dalam grup. Anda harus selalu ingat bahwa tidak semua orang dalam satu grup mempunyai pandangan yang sama dengan Anda. Jadi, sebisa mungkin hindarkan membahas sesuatu yang bisa menimbulkan debat kusir, misalnya pandangan politik, sosial, agama, dan lainnya. Apabila Anda melakukannya, suasana akan berubah canggung, saling tidak enak hati karena masing-masing merasa benar dengan pendapatnya. Anggota yang lain pun akan merasa jengah dengan suasana di grup tersebut.

4. Pamit Sebelum Meninggalkan Grup

Ada ungkapan yang menyatakan, datang tampak muka pulang tampak punggung. Hal ini juga bisa berlaku di grup WhatsApp. Ketika Anda diundang oleh admin untuk masuk menjadi anggota grup pasti bukan tanpa alasan. Seiring berjalannya waktu mungkin Anda merasa tidak nyaman dengan suasana atau obrolan di grup WhatsApp tersebut. Apabila Anda ingin keluar dari grup, silakan saja asalkan pamit kepada admin atau seluruh anggota grup. Alasan yang paling masuk akal adalah gawai yang sering hang karena terlalu banyak grup. Dengan berpamitan, Anda sudah menunjukkan etika yang baik.

5. Melanggar Privasi Orang Lain

Sering terjadi, Anda atau beberapa teman di grup membagikan foto dari salah seorang anggota lainnya dengan tujuan ingin bercanda saja agar suasana grup tidak membosankan. Namun, apakah terpikirkan bagaimana perasaan orang yang menjadi ‘bahan candaan’ itu? Mungkin Anda dan teman-teman lain akan tertawa karena menganggap lucu, tetapi ternyata teman yang fotonya untuk candaan tadi sangat tersinggung dan sakit hati. Hal ini bisa merusak hubungan pertemanan. Lebih baik jangan pernah melanggar privasi orang lain jika Anda tetap ingin menjaga hubungan baik dengan semua teman di grup.

6. Meminta Izin Saat Akan Memasukkan Orang ke Grup

Ketika grup WhatsApp terasa seru dan menyenangkan karena mayoritas anggota grup sangat aktif, biasanya masing-masing anggota ingin mengundang teman-teman lain untuk dimasukkan ke dalam grup. Nah, ini yang sering kali terjadi, mengundang orang tanpa izin  terlebih dahulu, padahal mungkin teman lain ini tidak berkenan untuk bergabung di grup karena satu alasan tertentu dan ini harus dihargai. Jangan pernah memaksakan kehendak karena tidak semua orang punya pandangan yang sama terhadap keberadaan grup WhatsApp.

Nah, itulah beberapa etika yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi di grup WhatsApp. Segeralah memperbaiki apabila selama ini Anda pernah atau bahkan sering melakukannya agar situasi dan kondisi grup akan tetap terjaga kenyamanannya.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like