Inilah Perbedaan Ujian, Musibah, dan Azab

Picture source: Pexels.com

Hai, Miks!

Sebagai manusia, tentunya kita menjalani hidup hari demi hari. Terkadang, kesulitan dan kemudahan atau kesedihan dan kegembiraan datang silih berganti. Hal tersebut tidak terlepas dari skenario Allah Swt. untuk mengingatkan manusia agar makin mendekatkan diri kepada-Nya.

Di antara dinamika kehidupan tersebut, sering kita mendengar istilah ujian, musibah, ataupun azab. Namun, masih banyak orang yang salah memahami mengenai ketiga istilah tersebut. Mungkin dikarenakan ketiga istilah tersebut sangat mirip dalam implementasinya di kehidupan.

Berikut penjelasan singkat mengenai ujian, musibah, dan azab.

1. Ujian

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu.” (QS. Muhammad:31)

Seperti halnya sekolah, begitu pun kehidupan, terdapat ujian. Ujian merupakan salah satu cara untuk menunjukkan kualitas diri di hadapan Allah Swt. Tentunya, Allah menguji hamba-Nya sesuai dengan tingkatan kemampuannya.

Ujian bukan hanya berupa kesulitan semata, tetapi juga bisa berupa kelapangan dan sesuatu yang menyenangkan. Seringkali, manusia mampu bersabar terhadap ujian berupa kesempitan dan kesulitan dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Akan tetapi, ketika diberi kelapangan dan kesenangan, malah makin menjauh dari Allah.

“Wahai Rasulullah! Siapakah orang yang paling berat ujiannya? Beliau menjawab, “Para Nabi.” Kemudian kalangan selanjutnya (yang lebih utama) dan selanjutnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar (kekuatan) agamanya. Jika agamanya kuat maka ujiannya akan bertambah berat. Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan agamanya.” (HR. At-Tirmidzi)

2. Musibah

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura:30)

Berbeda dengan ujian yang diturunkan Allah dapat berupa kesulitan atau kemudahan tergantung kadar keimanan orang tersebut. Musibah merupakan kesulitan atau kesusahan yang Allah turunkan karena kesalahan manusia.

Musibah itu sendiri merupakan peringatan kepada manusia atas kesalahannya dan salah satu cara Allah untuk mengampuni kesalahan manusia.

“Tidak ada satu musibah (cobaan) yang menipa seorang mukmin walaupun berupa duri, melainkan dengannya Allah akan mencatat untuknya satu kebaikan atau menghapus satu kesalahannya.” (HR. Muslim)

3. Azab

“Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat) mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As Sajadah: 21)

Berbeda dari ujian dan musibah, azab diturunkan Allah kepada orang-orang yang tidak beriman atau yang mengingkari dan menentang-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Dari pemaparan di atas, baik ujian, musibah, atau pun azab, semuanya berasal dari Allah kepada manusia dengan satu maksud, yaitu agar manusia kembali mendekatkan diri kepada Allah Swt. Karena sesunggunya tidak ada daya dan upaya selain dari Allah Swt.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like