Menjadi Manusia Mulia dengan 4 Cara Ini

Picture source: www.daaruttauhiid.org

Halo, Miks!

Tak terasa kita sudah melewati beberapa hari dalam bulan Januari di tahun ini. Pastinya kita selalu ingin menjadi manusia yang terus tumbuh, bukan? Makin lama makin berkualitas, bahkan mulia.

Dapatkah setiap kita menjadi manusia yang mulia? Tentu saja bisa. Namun, kemuliaan yang dicapai hendaklah berbarengan dengan keselamatan dunia akhirat.

Yuk, kita intip 4 cara untuk mendapatkan kemuliaan yang tak lepas dari keselamatan dunia akhirat itu.

1. Mencontoh Akhlak Rasul

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR. Al-Baihaqi dari Abu Hurairah Radhiyanhu ‘Anhu).
Rasulullah merupakan manusia yang mulia. Keluhuran budi pekertinya tiada tanding dan contoh bagi segenap manusia hingga akhir zaman, bahkan Allah Swt. mengabadikan pujian-Nya atas keluhuran akhlak Rasulullah ini dalam QS. Al-Qalam (68): 4, “Wa innaka la’alaa khuluqin ‘adziim(in)”
Artinya: “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.”

2. Salat Malam

Kemuliaan seseorang dapat dilihat dari salat malamnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barang siapa menjaga salat tahajud dengan sungguh-sungguh maka Allah memberinya sembilan kemuliaan, terdiri dari lima kemuliaan di dunia dan empat di akherat.

3. Tidak Bergantung kepada Manusia

“Barang siapa yang mendatangkan keridaan manusia padahal Allah tidak rida maka Allah akan membuatnya bergantung kepada manusia. Barang siapa yang membuat manusia marah, tetapi itu dikarenakan menggapai rida Allah maka Allah akan mencukupkannya kepada manusia.” (HR. Ibnu Hibban).
Memiliki utang merupakan contoh dari bergantung kepada manusia. Apabila terlanjur memiliki utang, hendaklah segera dibayarkan agar tidak terlalu bergantung kepada manusia.
Bukankah apabila manusia yang masih memiliki utang meninggal dunia, rohnya masih terkatung-katung?

4. Tawadu dan Meninggalkan Sifat Sombong

Berdasarkan hadis qudsi yang ditakhrij oleh Abu Dawud, dari Abu Hurairah Ra, ia berkata, “Rasulullah sallallaahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Allah Yang Mahamulia dan Mahabesar berfirman, “Sombong itu selendang-Ku dan kebesaran itu sarung-Ku, barang siapa yang melawan-Ku dalam salah satunya maka ia Aku lemparkan ke dalam Neraka.'”
Seseorang yang sombong, merasa dirinya lebih tinggi, dan berkedudukan mulia dari orang lain, akibatnya tidak mau menerima masukan ataupun kelebihan dari orang lain. Tidak ia sangka sifat sombong tersebut yang membuat dirinya tidak mulia di mata orang lain, terlebih membuat Allah murka. Na’udzubillah.

Nah, itulah, Miks, empat sifat-sifat yang mengantarkan kita pada kemuliaan sekaligus keselamatan dunia akhirat.

Semoga dapat diistikamahkan dalam keseharian kita, ya, Miks!

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like