Buku Fisik atau Buku Digital? Inilah 3 Keunggulan dan Kelemahannya untuk Aktivitas Membaca Anak

Picture source: Pexels.com

Halo, Miks!

Era digital memang menawarkan kemudahan akses bagi kita hampir di seluruh lini aktivitas kehidupan termasuk aktivitas membaca. Hingga abad ke-20, aktivitas membaca masih bertumpu pada ketersediaan buku fisik, maka pada abad ke-21 ini aktivitas membaca mulai bergeser ke media digital yang tersedia pada gawai pintar.

Perubahan media baca dari buku fisik ke buku digital tak ayal juga memiliki andil pada kebiasaan membaca pada anak. Hal ini tak terlepas dari pengaruh penggunaan media baca itu sendiri. Lantas, apakah anak-anak kita harus membaca buku fisik terus menerus atau membaca konten digital melalui gawai pintar?

Yuk, kita simak 3 hal terkait membaca buku fisik dan buku digital ditinjau dari keunggulan dan kelemahannya untuk aktivitas membaca anak.

Kesehatan Mata

Membaca buku fisik atau buku digital tentu berfokus pada indra penglihatan, yaitu mata. Tentu ada distingsi pada saat membaca kedua buku dengan beda format tersebut. Bagi anak kita, membaca buku fisik akan lebih menarik saat kita mendampingi mereka apalagi jika kita mendongeng untuknya. Namun, tak jarang, anak juga ingin mengeksplorasi buku bacaan mereka secara mandiri.

Nah, Miks, apabila anak memutuskan untuk membaca buku digital pada gawai pintar mereka, jangan serta-merta dilarang, ya, Miks! Coba Miks arahkan, beri teladan serta batasan waktu yang ketat kepada mereka dalam penggunaan gawai untuk aktivitas membaca. Ingat, terlalu lama menatap layar gawai berpotensi mengganggu kesehatan mata, lo!

Kenyamanan

Anak-anak tentu lebih menyukai aktivitas membaca yang melibatkan seluruh indra mereka. Karena itu, teks multimodal menjadi begitu mengasyikkan bagi mereka semisal membaca buku fisik dengan tampilan gambar-gambar yang menarik dan merepresentasikan konten cerita yang dibaca.

Akan tetapi, Miks, kita tak dapat menyangkal bahwa membaca buku digital juga menawarkan pengalaman menyerap narasi yang begitu kaya. Selain anak-anak dapat membaca, mereka pun bisa menikmati visualisasi real-time, bahkan sudah banyak buku digital yang dilengkapi dengan fitur audio.

Sayangnya, aktivitas membaca buku digital tak selamanya menyenangkan dan nyaman. Perlu diingat bahwa penggunaan gawai yang terlalu lama dapat menyebabkan panas pada perangkat gawai. Di samping itu, anak-anak mungkin akan merasa tak leluasa saat membaca karena notifikasi aplikasi yang masuk silih berganti pada gawai.

Belajar Diksi

Miks, ketika anak membaca buku fisik dan tidak mengetahui makna kata pada buku yang dibaca, mereka dapat memberikan tanda dengan menggarisbawahi kata-kata tersebut menggunakan marker penebal tulisan. Lalu, apabila mereka membaca buku digital dan mengalami kesulitan yang serupa maka anak dengan bantuan orang tua mereka dapat memanfaatkan beberapa aplikasi guna menandai kata-kata yang maknanya belum mereka pahami. Baik buku fisik atau buku digital, keduanya dapat dijadikan sumber belajar yang memperkaya perbendaharaan kata bagi anak-anak kita.

Nah, Miks, sudah tahu keunggulan dan kelemahan membaca buku fisik dan buku digital, kan? Tentu saja kedua format buku menawarkan sensasi membaca yang berbeda pada anak.

Namun, hal yang perlu ditekankan pada anak adalah membaca harus menjadi bagian dari aktivitas keseharian karena kebiasaan ini akan sangat bermanfaat bagi pengembangan diri mereka. Yuk, biasakan membaca bagi anak, Miks!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like