Inilah Seputar Pemberian Gula dan Garam untuk MPASI si Kecil yang Wajib Anda Ketahui

Picture source: liputan6.com

Hai, Miks!

Banyak para bunda yg sering mempertanyakan soal gula dalam garam dalam MPASI, bolehkah gula dan garam diberikan dalam MPASI si kecil?

Rasanya hambar, dong, kalau tidak diberi gula dan garam? Hambar, kan, menurut lidah kita orang dewasa karena sudah terbiasa merasakan makanan yang berasa dan berbumbu tajam, tetapi percayalah menurut lidah bayi yang belum mengenal rasa, rasa asli dari makanan terasa enak.

“Bayiku makannya enggak lahap dan selalu dilepeh, pasti karena rasanya hambar. Aku beri gula dan garam saja, deh, biar mau makan.” Ini juga pemikiran yang sering dialami para bunda juga.

Bayi baru belajar makan atau awal MPASI pasti makannya tidak lahap dan selalu  karena dilepeh. Bukan karena rasanya hambar atau yang lain, tetapi karena bayi baru belajar makan dan baru merasakan rasa makanan. Selama ini, kan, hanya kenal ASI yang rasanya cenderung manis jadi wajar saja jika bayi masih menolak makan.

Jadi, tunda pemberian gula dan garam sampai si kecil berusia satu tahun. Supaya si kecil kenal rasa asli dari makanan tersebut dan supaya tidak picky Eater.

Mengapa, sih, gula dan garam harus ditunda dulu pemberiannya sampai usia satu tahun?

1. Agar Tidak Berisiko Kelebihan Garam

Kebutuhan garam pada bayi di bawah satu tahun (0,4 gram sodium) dan itu sudah terdapat dari ASI maupun sufor, jadi kebutuhan garam sudah tercukupi. Jika kelebihan garam maka akan memperberat kerja ginjal, selain itu juga risiko hipertensi dan terkena penyakit ginjal saat dewasa. Jadi, dampaknya tidak hanya dilihat sekarang, tetapi dalam jangka waktu yang panjang juga.

2. Mencegah Obesitas

Konsumsi gula terlalu dini bisa menyebabkan kerusakan gigi, melemahkan sistem kekebalan tubuh, resiko terkena diabetes dini dan obesitas.

Saat si kecil sudah di atas usia 1 tahun pun, sebaiknya bunda tetap membatasi pemberian garam pada si kecil untuk menjaga kesehatannya.

Menurut panduan dari Scientific Advisory Committee on Nutrition (SACN). Inilah batas maksimum kadar garam dalam tubuh si kecil sesuai usianya:

*Usia 0—12 bulan, kurang dari 1 gram (0,4 gram sodium)
*Usia 1—2 tahun, 2 gram (0,8 gram sodium)
*Usia 4–6 tahun, 3 gram (1,2 gram sodium)
*Usia 7—10 tahun, 5 gram (2 gram sodium)
*Usia 11 tahun ke atas, 6 gram (2,4 gram sodium)

Bagaimana dengan gula? Gula sama halnya dengan garam, batasi asupan gula untuk si kecil dan tunda sampai usia satu tahun.

Menurut WHO, tubuh hanya butuh gula kurang dari 10% dari total asupan energi atau setara dengan 50 gram gula per hari (jika kebutuhan energi harian 2000 kalori/hari).

Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI, anjuran konsumsi gula harian menurut kelompok umur adalah:

*Usia 1—2 tahun: tidak lebih dari 1/2sendok teh
*Usia 3 tahun: 2—5 sendok teh
*Usia 4—6 tahun: 2,5—6 sendok teh
*Usia 7—12 tahun: 4—8 sendok teh
*Lebih dari usia 13 tahun dan termasuk dewasa: 5—9 sendok teh (40 gram)

Jadi, tanpa gula dan garam untuk bayi di bawah satu tahun.

Rasa manis bisa diperoleh secara alami dari pisang, pepaya, wortel, buah jeruk, dan sebagainya.

Rasa asin dan gurih bisa diperoleh dari kaldu ayam , kaldu daging, atau kaldu sayur homemade, dan bumbu aromatik  seperti duo bawang, bawang bombai, jahe, kunyit, daun jeruk, daun salam, dan sebagainya.

Demikianlah Miks, pembahasan mengenai gula dan garam bagi anak di bawah satu tahun. Semoga bermanfaat.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like