Inilah 3 Kiat Memaksimalkan Ibadah pada Bulan Ramadan

Picture source: Hrzone.com

Halo, Miks!

Bulan  Ramadan adalah bulan yang dinanti-nantikan oleh kaum muslimin di seluruh dunia karena bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah yang diisi dengan beberapa ibadah khusus yang tidak ditemukan pada bulan selainnya.

Menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan adalah kewajiban bagi seluruh kaum muslimin, sebagaimana firman Allah Swt. dalam surah Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Bulan Ramadan hanya ada satu kali dalam setahun, oleh karena itu kita pasti ingin memaksimalkan ibadah pada bulan tersebut.

Di sini,  ada beberapa kiat-kiat untuk menjaga keistikamahan kita dalam  menjalankan ibadah puasa dan ibadah khusus lainnya pada bulan Ramadan.

1. Berniat Hanya untuk Mendapatkan Pahala dari Allah Swt.

Ketika akan melaksanakan ibadah puasa dan salat tarawih  tanamkan dalam diri bahwa hal tersebut dilakukan semata-mata hanya untuk mendapatkan pahala dari Allah Swt. Bukan sekadar untuk menuntaskan kewajiban sebagai muslim karena segala perbuatan akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkan seseorang ketika melakukannya. Sesuai dengan hadis dari Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari dan Muslim:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوُلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوامْرأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِِ

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, sedangkan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya. Maka, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin diraih atau wanita yang ingin dinikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya.”

Saat kita berniat hanya untuk mendapatkan pahala saat berpuasa, maka kita akan berusaha menjaga puasa kita dengan baik dan meghindari perkataan dan perbuatan yang dilarang ketika melaksanakan ibadah puasa, seperti berdusta, ghibah, maksiat, dan perbuatan tercela lainnya.

agar ibadah kita di bulan Ramadan tidak sia-sia. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Ath Thabrani:

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.”

Begitu juga saat membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadan pahalanya berbeda dengan bulan lainnya. Sesuai dengan hadis yang diriwayatkan dari At Tirmidzi:

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.”

2. Adanya Usaha Optimal untuk Menjalankan Ibadah

Biasanya di awal bulan Ramadan sebagian besar kita sangat semangat untuk berpuasa, salat tarawih, dan membaca Al-Qur’an, tetapi ketika di pertengahan dan akhir bulan Ramadan. Muncul rasa letih, malas, dan disibukkan dengan hal-hal di luar ibadah tersebut. Hal itu bisa dihindari dengan mengingatkan diri tentang niat kita dari awal ketika melaksanakan ibadah pada bulan Ramadan. Bisa juga memotivasi diri dalam beribadah dengan menambah pengetahuan tentang keutamaan-keutamaan ibadah pada bulan Ramadan melalui media sosial atau buku-buku islami yang membahas seputar ibadah pada bulan Ramadan.

Seperti yang kita ketahui pada akhir bulan Ramadan, terdapat suatu malam yang disebut malam Lailatulqadar dan barangsiapa yang mampu melaksanakan ibadah secara maksimal pada malam tersebut , maka ia bisa mendapatkan malam Lailatulqadar. Berdasarkan hadis dari Ubadah bin Shamit radhiallahu’anhu, beliau bertanya kepada Rasulullah saw. tentang malam Lailatulqadar, beliau bersabda:

“Di bulan Ramadan, maka carilah ia pada sepuluh malam terakhir, karena malam itu terjadi pada malam-malam ganjil, pada malam ke dua puluh satu, atau dua puluh tiga, atau dua puluh lima, atau dua puluh tujuh, atau dua puluh sembilan, atau pada akhir malam bulan Ramadan. Maka barangsiapa menghidupkan malam itu untuk mendapatkannya dengan penuh pengharapan kepada Allah kemudian dia mendapatkannya, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu dan yang akan datang“.

3. Jadikan Bulan Ramadan pada Tahun Tersebut Sebagai Bulan Ramadan Terakhir dalam Hidup Kita

Saat bulan Ramadan kita harus berusaha melaksanakan ibadah salat Tarawih sampai akhir dan jangan meninggalkan puasa sekali pun, kecuali ada uzur atau alasan syar’i seperti haid, sakit, musafir, hamil dan menyusui bagi perempuan yang lemah fisiknya.

Berdasarkan firman Allah Swt. dalam surat Al- Baqarah ayat 184:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Namun, barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka itu lebih baik baginya dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Selain itu pada bulan Ramadan kita diwajibkan untuk membayar zakat fitrah.  Untuk   membersihkan lahir dan batin, serta memupuk jiwa sosial dalam diri kita.

Semua bentuk rangkaian ibadah pada bulan tersebut  bertujuan agar kaum muslimin bisa mencapai derajat takwa dan bisa lebih baik dalam menjalani kehidupan ke depannya, sedangkan usaha kita untuk menjalankan ibadah secara kontinyu pada bulan Ramadan merupakan bentuk syukur kita kepada Allah Swt. karena masih memberikan kita kesempatan untuk menemui bulan Ramadan. Nah, Itulah kiat-kiat dalam menjalankan ibadah pada bulan Ramadan. Semoga bermanfaat, ya Miks. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamin.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like