4 Jurus Menghadapi Penolakan Saat Jualan

Picture source: Pexels.com

Halo, Miks!

Mencapai kesuksesan dalam berjualan membutuhkan proses perjuangan. Oleh karena itu, sebagai penjual, kita harus siap menghadapi segala risiko penjualan, baik itu risiko kerugian, stock menumpuk, omset turun naik, maupun mendapat penolakan. Di samping butuh modal, dalam berjualan juga butuh kesabaran dan mindset yang benar.

Saat berjualan Anda mungkin pernah mengalami yang namanya penolakan atau mungkin pernah juga diberi harapan palsu oleh pembeli, seperti ada pembeli yang sudah mengisi format order dan bertanya nomor rekening malah menghilang tanpa berita.

Sebenarnya, alasan orang tidak mau membeli itu biasanya karena mereka tidak butuh, tidak tertarik, tidak ada waktu, harga produk mahal, belum punya uang, produk lain lebih bagus, tanya istri atau suami dahulu, dan pikir-pikir dahulu. Itulah alasan-alasan yang sering penulis terima saat berjualan.

Berikut ini Makmood ingin membagikan 5 jurus yang bisa dipraktikkan untuk menghadapi penolakan dari pembeli.

1. Jurus Feel

Jurus feel artinya Anda tahu apa yang dirasakan oleh customer kalau dia masih bingung atau ragu antara membeli produk yang Anda tawarkan atau tidak.

Contoh:
“Saya tahu apa yang Anda rasakan, Anda mungkin tidak membutuhkan produk ini sekarang, tetapi mungkin nanti Anda membutuhkannya, bisa hubungi saya.”

“Saya mengerti apa yang Anda rasakan, mungkin produk ini dianggap mahal, tetapi mohon maaf mahalnya itu jika dibandingkan dengan produk apa?”

2. Jurus Felt

Jurus Felt yaitu Anda menceritakan kepada prospek tentang pengalaman dari pelanggan Anda yang awalnya pernah merasakan hal yang sama dengan prospek, seperti sama-sama ragu untuk membeli karena suatu hal.

Contoh:
“Soalnya saya pernah punya customer yang juga pernah merasakan ragu apakah produk ini halal atau tidak seperti yang Anda ragukan sekarang.”

“Sebab pelanggan saya sebelumnya juga pernah ada yang merasakan enggak tertarik dengan produk ini seperti yang Anda rasakan.”

“Memang beberapa pelanggan saya banyak yang pada awalnya merasakan perlu pikir-pikir dahulu untuk membeli produk ini seperti yang Anda alami.”

3. Jurus Found

Jurus Found caranya dengan memberikan solusi dan manfaat produk Anda.

Contoh:
“Sampai pada akhirnya pelanggan saya menemukan bahwa produk yang saya tawarkan ini mampu menyamarkan flek hitam dan kerutan di wajahnya.”

4. Jurus Past, Future, Present

Pola rinciannya untuk jurus ini, yaitu:

 Dulu, setelah itu, sekarang

 Awalnya, kemudian, sekarang

 Sebelumnya, lalu, sekarang

 Kemarin, besoknya, sekarang

Contoh:
Salah satu member terbaik kami, namanya Jora, dulu ia gengsi jualan kosmetik kami atau kosmetik merk lain. Setelah itu, dia menjadi pemakai kosmetik kami dan ternyata wajahnya glowing. Eh, sekarang, malah sering dapet bonus dari perusahaan sebagai member dengan posisi level tertinggi dengan omset ratusan juta. Keren!

Minggu kemarin, ada istri yang mau tanya suami dahulu untuk membeli produk FXZ. Besoknya, suaminya sendiri yang membelikan untuk istrinya dan protes karena istrinya wajahnya belum cerah baru 3 hari pemakaian produknya. Sekarang, bukannya protes, ia malah membeli banyak produk perawatan dari FXZ untuk istrinya setiap bulan.

Sebelumya, banyak banget yang menolak bergabung di bisnis ini karena enggak ada uang untuk modal. Lalu, setelah ada member yang sukses pesat di bisnis ini, mendadak banyak yang gabung di bisnis ini. Sekarang, banyak member yang ikut mencapai kesuksesan dalam bisnis ini.

Awalnya, Pak Agan ini beralasan enggak ada waktu untuk menjalani bisnis online ini, kemudian ia meminta dijelaskan keuntungan dan cara kerjanya. Sekarang, waktunya lebih banyak dihabiskan untuk menjalankan bisnis online ini.

Bisa jadi jurus-jurus tersebut dapat menghalau penolakan prospek Anda yang punya berbagai alasan tidak membeli produk Anda. Ada ide? Silakan Anda praktikan kepada prospek Anda. Semoga bermanfaat.

72 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like